Dukun, semakin hari nama gue menjadi lebih parah dan menuju ke akut. Nama panggilan gue dede. Sama temen gue Maya, gue di panggil kuntet. berlanjut di panggil dede kuntet (juga oleh maya).lalu di singkat de-kun (dede kuntet) oleh gajah sirkus,terus berakhir perjalanan nama hancur ini dari de-kun menjadi DUKUN. Mulai dari situ gue ingin mencalonkan diri sebagai president yang berprofesi dukunisme yang pertama dan terakhir kali. Yang di maksud terakhir adalah baru seminggu jadi presiden udah di turunin jadi mentri komunikasi tukang tempura se-indonesia. Setiap presiden punya nama ‘beken’nya sendiri agar nama mereka di mudah di trima di masyarakat contoh konfensional aja ir.soekarno. nama ‘beken’nya bung karno. Atau kalo gak tante gue. Susilo bambang yudoyono nama ‘beken’nya SBY. Mungkin gue akan menjadikan nama gue daryansyah ‘the true handsome genius autis and master of all syndrom’ rusydi. Wakil presiden juga begitu, harus punya n...
"Gausah takut, kan sama mama" Di bandara menuju Palu, dua ribu dua puluh. "Ma, takut" kata si adek. "Gapapa. Ngapain takut? Kan ada mama" Aku juga kangen. Bisa takut. Dan lapor ke mama. "Ma, takut. Kayanya aku ga berhasil" Dalam hati. Kita jawab sendiri. Kalo mama bakal bilang "Salahmu. dikasih tahu gak nurut. Ngrepoti orang tua ae" Kadang, kita tanya. Dalam hati. "Apa mama masih sesayang itu sama aku?" Andai kita masih bisa bilang "ma, aku takut" ke mama, daripada ke twitter. daripada ke instagram. daripada ke temen - temen. Daripada ke "sini. ceritain aja. ada aku kok" nyatanya, gakada siapapun yang bisa gantiin apa yang gabisa diganti. Andai kita semua biaa menekan tombol restore to default (ma, aku takut) Apa mama bersedia ada walau sudah tiada? Kadang aku memohon, agar aku yang tiada duluan. Nyatanya aku gamau pisah. Gapernah siap pisah. Aku masih pengen ngomong ...
Why Truth + Dare instead of Truth or Dare? Cause when there’s a truth, it means you dare to take it no matter what. you don't get to choose Gw cowok, tapi soal overthinking gw jagonya. Mungkin aja dari luar gw keliatan kayak gak peduli sama apa yang terjadi, tapi di dalem gw mikirin apapun kemungkinan yang bakal bisa terjadi. So, Semenjak gw di jakarta banyak banget yang tiba – tiba gw pikirin. Sebelum berangkat gw mikirin keluarga gw, temen, dan cewek gw terutama. Apa yang bakal terjadi selama gw gakada. Apa yang bakal gw lewatin selama gw gak di Surabaya. Karena gw yakin selama di Jakarta perjalanan gw bakal lancar, semua yg gw hadapi gak jauh beda daripada apa yang gw hadapi di surabaya. Gw berpikir kalo gw akan menyikapi kondisi ini dengan aspek yang sama, hanya tempat saja yang berbeda. Nyatanya busuk kaya pupup kucing abis makan wiskas rasa sarden 1 pabrik. Bayanginya aja eneg kan lo, apalagi gw. Well. Kondisi beda, dan gw berada di tempat yang juauh lebih beda. K...
Komentar
Posting Komentar