Sabtu, 19 Januari 2019

Es Krim Vanilla dan Senja

Kesepian datang begitu ramai,
Danau depan kampusmu adalah tempat paling cocok menghabiskan waktu.

Sejak SMP kita suka lari kesana. Meski hanya sekedar bolos sekolah, hingga lari dari orang tua karena masalah keluarga. Semuanya, tempat ini yang selalu lo suka. Senjanya cerita lain, lo suka senja di tempat ini karena emang lo nggakada waktu cocok buat ngabisin waktu disini selain sore. Coba deh, Lo pagi kuliah. siang lo takut kena panas. malem lo pasti mau nugas. lo tiba - tiba aja terpaksa menyukai senja.

Sepulang magang, intensiku cuma buat nemuin lo meski cuma sekedar ngehadirin es krim vanilla pembalut luka setelah lo putus. Gue ngasih es krim vanilla dikala senja waktu lo sedang suntuk – suntuknya. Ini pertemuan pertama kita setelah terpisah lama. Gue harap kata pertama yang lo ucapkan di pertemuan pertama kita di kota ini adalah kata paling bermakna yang ingin gw denger. Kata itu adalah kata yang menggambarkan rindumu. Memiliki makna lebih dari rindu sebelum bertemu. 
Kamu pun sudi menerima es krim murah dariku, membuka mulut perlahan *HAP* suapan pertamamu, lalu membuka mulut lagi dan berkata.

"BANGSAT!"

"Eeeh.. mon maap.. itu keceplosan apa dari hati?

"Dia tuh gombal banget tau nggaksi"

"Kenapa?"

"Pacaran 2 tahun. Tapi punya selingkuhan sana sini. Terus tiba - tiba dateng. Minta maaf. Ngegombalin gw. Ngasih gw bunga. Coklat. Gw gabales chat pun dia beliin kuota. Ngajakin balikan segitunya"

"Terus?"

"Gw udah move on. Ya maleslah. Gw tolak.."

Matanya agak memerah, seperti ada garam menancap di retinanya. 1 tetes bernama kesedihan. Terjun bebas pada hantu yang dulu pernah berjanji menjadi utuh. lalu ia melanjutkan

"Tapi temen lo selingkuh kan? Lo tau. Gw tanya deh... *hap*
....
Lo ngecekin hapenya kan? Kan lo temen deketnya. ya kan?"

Jelas. Gw liat. Chatnya kaya kos putri gebang kidul.

"Kalo temen gw engga selingkuh gimana?" *hap*

"Ngga mungkin. Dia pasti selingkuh kan. Deket dengan cewek - cewek lainya. Nggausa ngelindungin sahabat lo gitu"

"Kenapa lo pengen tau?"

"Ya emang gw harus tau kalo dia nyelingkuhin gw"
"Ya yaudalah. Kenapa engga lo maafin aja?"

"Lo nggatau jalan ceritanya"

"Lo taunya lo udah move on"

"...."

"Katanya udah putus, ngajak balikan lo tolak. Tapi kenapa nyari kesalahan yang udah lewat?"

"....."

"Maafin aja. Nggakada manfaatnya lo nyari tau. Yang ada lo nyakitin diri lo sendiri"

Lho. Kok nyandar bahu gw. Rambut lo nusuk mata gw goblok. Eh, tapi gapapa. Selama kepala lo yang nempel dipundak gw. Gw siap tertusuk rambut sampai buta kok.

"Gue mikirin apa sih? mikirin apa.. bego.. bego.."

"Lo mikirin yang udah lewat"

"Iya. Sorry ya, gak seharusnya gw yang udah lewat. harusnya gue mikirin yang ada di depan gue"

Di samping lo kali. sorry cuma bisa ngomong dalem hati.

hhhh... Gw belum menemu ketetapan hati tentang apakah lo harus dinanti atau diganti.
Sudah jelas kita terluka satu sama lain dengan cara sakit hati masing - masing. Kenapa ngga ngobati satu sama lain sebelum kita menjadi asing?

Ah telat. Tapi bukanya yang lo butuhkan adalah cinta yang ngga mudah pergi? Yang ngga mudah berjanji? Dan yang ngga nyari lainya lagi?

Tapi kata pas ustad. Begitulah cinta. Tuhan menciptakan datang dan pergi, cinta dan sakit hati datang satu paket. Biar kita ngga jadiin cinta berhala.

Berharap. Berlutut. Untuk dia yang memilih menjauh. Bergegas, berkemas, berlayar dari tangisanmu yang mulai membandang saat kau sedang sayang - sayangnya.

Sekabur kabut. Jakarta masih terasa mimpi. Sedang kita sudah jadi percakapan hari lalu. Siapa juga yang mau mengarsipkan pesan dari akhir tidak bahagia?

Surabaya semakin asing menggertak dengan ramah namun berteriak menolak pasrah.

Hati, masih yang kuasa. Sembunyi - sembunyi memupuk rasa, namun terang - terangan berubah tidak bisa nyata.

Akupun juga belum dengan siapa - siapa. Kembali saja jika ingin kembali. Ibu juga menanyaimu sejak kemarin malam. Kau adalah wanita yang aku ceritakan pada ibuku.

Kamu. dan ibuku. Adalah dua wanita paling berharga yang sangat ingin aku jaga hatinya. Tapi tolong, jangan berhenti kalo kamu belum menemukan kenyamanan. Tak mengapa, banyak juga yang masih tak ku ahli. Begitu pula menyambutmu tak kembali.

Kalau ada kita. Itu aku yang sambut dari do'a yang gak pernah lo minta. Gw ingin hilang, tapi apa rasa rindu lo sanggup buat nemuin gw?

"Tau gak sih. Gw suka senja gara - gara lo ngajakin makan gudeg depan kampus. Gudegnya pun gw suka. Itung2 bosen makan makanan itu aja. Lo tuh selalu ngadirin sesuatu yang baru yang sebelumnya gak gw suka. Makasih ya"

"Kalo es krim vanilla ini, kamu suka?"

"Kalo disuruh milih antara eskrim vanilla dan senja, aku, es krim lah"

Eh, ada kamu di kalimat senja dan es krim

"Gw lebih suka yang ada diantara senja dan, es krim vanilla"

"Dan? Kenapa? Bukanya lo harus milih salah satu daripada keduanya?"

Aduh. Kan ada 'aku' diantara senja dan eskrim. Gimanasi.

"Ngga. Gw suka yang demikian. Mengambang. Ngga punya kepastian. Entah itu pasti tinggal atau pasti pergi"

"Bukankah semuanya suka kepastian?"

"Pasti pergi?"

"Pasti tinggal"

"Yang tinggalpun juga pergi pada akhirnya"

"Perginya sementara kali"

"Maksud lo selamanya?"

"Sama kaya senja. Meski pergi, pasti bakal balik lagi. Sama kaya air laut, ada kalanya pasang surut tapi rasanya akan tetap sama"


"Asin dong. btw senjanya sudah mau ilang. Ayo bergegas pulang"

"Belum habis es krim ku tuh. bentaran napa"

"Udah sini... *hap*
Beres"

Rabu, 14 November 2018

Blindspotting


Kami cowok. Sebagian dari kami, lahir dengan muka boros . Contohnya gw.

Kalo bayi normal lahir dengan ucapan suster kepada sang ibu “Bu, selamat. Anak ibu, laki – laki”

Sebagian seperti gw akan terlahir dengan ucapan “Bu, selamat. Anak ibu, bapak”

Saking borosnya muka, gw selalu mendapat kursi prioritas di busway buat lansia.

Well, karena gw rasa makin kesini dunia gw nggak lagi hitam-putih. Dulu gw kecil bisa bedain (Polisi itu baik) dan (Maling itu jahat). Sekarang? Tidak semudah itu eduardo ramirez da silva contana encorporesano.

Kami sebagai cowok selalu dituntut untuk peka sama perasaan dan perilaku cewek. Sehari – hari kami dituntut untuk bisa membaca situasi. Kami itu kaum superior, tapi tertindas.

Betapa tidak, ada situasi dimana “Kalo dia perhatian bukan berarti dia sayang” dan “Kalo dia cuek bukan berarti dia nggak sayang”,

Rodok kate mati ae gak seh kon ngono iku?

**Bukti “Perhatian belum tentu sayang” adalah ketika lo salah tangkep sama temen lo cewek. Yang lo jalan bareng berdua, tiap hari kabar – kabaran, lagi dimana, mau ngapain detail. Sampai akhirnya lo mati gara – gara baper, dan pertemanan lo rusak gara – gara lo baper.

Menurut pengamatan gw selama ini kalo cewek yang baper dan yang cowok enggak, hubungan pertemananya bakal baik – baik saja. Kenapa? Karena cewek biasanya “nyimpen”, “nunggu” sampe si cowok sadar – sadar sendiri kalo selama ini yang dia butuhin adalah cewek ini.

Cowok? Oh god. Kami diciptakan dengan insting penuh ambisi. Lahir aja kami kadang otodidak nggak pake suster, lahir sendiri, nggunting ari-ari sendiri, sampe bersihin plasenta aja dimakan sendiri. Nggak juga deng emang lumba – lumba.

Sekalinya kami baper, kami akan jadi manusia paling menggebu – gebu di alam semesta. Maafkan. Kami diciptakan untuk melihat peluang, lalu sikat. Kami emang rusuh yang meresahkan, urusan singgah paling sungguh itu tergantung kalian nge-treat kami kaya gimana. “Apa kamu singgah? Atau aku yang terlalu sungguh?”

Jare cinta, Jare sayang. Tapi kok cuek? Ngono ki.... L – U – M – R – A – H

**Urusan ”Cuek bukan berarti dia nggak sayang”. Boy, kalo kamu nemu cewek kaya gini. Psikis lo ancur. Pernah gue punya pacar waktu SMP sampe SMA kita LDR, yang emang pacar gue ini super pendiam dan malu – malu.

Tapi menurut lo, kerasa fair nggak? Ketika dia jalan sama lo, dia malu – malu. Diem. Nggaktau ngomong apa.

Hanya se-simple “Aku bahagia bisa duduk sama kamu, tanpa ada yang harus kita ngomong apa-apa” sedangkan kalo dia sama temenya bisa se-rame itu, ketawa – ketawa, ngomongin hal – hal yang kadang nggak ada di otaknya semisal

“Eh tau nggak, minuman Air mata kucink kalo dicampur sama Chatim rasanya enaklo” sedangkan kalo sama gue hanya sesimple kayak

“Chatim enak lo”

oh god–

Ya halo. Permisi. mohon maaf, otakmu disitu ta?, minuman 35k nggak enak itu mending dibuat beli semen aja ya kayaknya. Diaduk, terus kamu minum gitu biar tenggorokanmu kesumpet.

Singkat cerita, jangka waktu 9 bulan di SMP gue memutuskan untuk putus. Karena gw gabisa kaya gini selamanya.

Dengan niat paling cerah di alam semesta, cerita SMS kita adalah kaya gini

“Aku mau kita udahan”

“Lho? Kenapa?

“Soalnya km cuek. Gak perhatian sama aku. aku tuh gak tahan sama sikapmu yang dingin. Sedangkan kamu sama temen kamu bisa kaya gitu”

Tau dia jawab apa?

“Terus? Aku cuek bukan berarti aku nggak sayang sama kamu ya. Pahamin aku dikit po.o”

Hmmmmmm, mentolo tak tapuk pigorane jokowi tau gak se qm. Ya kalo tiap hari ketemu gitu gapapa ini LDR lho. Dichat cuek, diajak putus malah bilang sayang dan gitu itu hubunganya dilanjutin lho sampe 1 setengah taun cuek – cuekan terus berakhir kita putus dan dia punya pacar duluan. Bo cuan, wasting time. Kaya semua orang itu punya tingkat cuek gitu lo, tapi nggak se-kabur ini.

“Terus? Kalo aku cuek aritnya aku nggak sayang sama kamu? Gitu?”

Yha mana saya tau, saya kan bulu hidung badak bercula satu yang terhempas tiap kali badaknya nggak sengaja bersin. MIKIR GITULO BANGKE.

***

“Love is not a fairy tale. Actually, love is not fair at all”

Gw pernah nanya masalah ini ke temen gw. kenalin namanya “Siti Azizah Khairunnisa”. Kita kapan hari chat – chatan dimulai dari dia minta gw untuk translate-in abstrak dia , sampe ngajakin main PUBG, terus kita curhat sambil main PUBG. Bego nggakse.

Tapi emang pas gitu momenya sama dia soalnya juga punya something that ngganjel in her chest terhadap sikap cowoknya.

Di sela - sela main PUBG dan chat curhat berisikan sampah lainya. Iseng gw nanya.

“Ja, bagaimana menyikapi “Perhatian belum tentu sayang” dan “Cuek bukan berarti dia nggak sayang”

Lalu dalam jeda waktu 10 menit. Ini yang ziza bales, asli gw copy – paste nggak ada yang gw kurangin atau tambahin

“Oke gini, kalau menurutku. Statement itu bisa bener bisa salah dengan gmn cara sudut pandang kita,

sayang kan banyak artian, dan setidaknya kita tau pattern orangnya seperti apa jadi kita bisa memposisikan diri kita ini dimana. Sayang as a friend, as woman and men atau kakak adik. Ada batasnya lah ya.

Untuk cuek, cuek itu bisa aja dia tipikel orang yang gabisa mengekspresikan sesuatu gitu. Yaitu salah satunya rasa sayang dia ke orang lain. Namun bisa jadi bumerang sendiri buat dia.

Percayalah semua orang punya porsi sendiri  - sendiri di kehidupan orang”

—Terus?

Hubunganya apa sama judul blindpostting? Maksudnya apa?

See this one.



Blindspotting (v.) : When a situation or an image can be interpreted in two different ways, but you can only see one of the interpretations. You have a blindspot to the second interpretation. Often used when referring to people seeing the the wrong interpretation

George Zimmerman was Blindspotting when he thought Trayvon Martin was a robber”

-Baca : Penitikbutaan (p.) : Adalah ketika dimana suatu kondisi atau gambar yang bermakna ganda, tapi terlihat bermakna tungal. Lo bakal punya titik-buta terhadap gambar seolah itu bermakna tunggal, padahal bermakna ganda. Sering juga digunakan untuk mengecoh orang untuk melihat makna yang seharusnya nggak mereka liat.

Nggak semudah “Dia cuek bukan berarti dia nggak sayang” dan “Dia perhatian bukan berarti dia sayang” dan hal – hal lain yang bermakna ganda.

Karena semua itu tentang bagaimana kita ngeliat sesuatu, bisa jadi ada hal lain disana yang nggak kamu liat. Jadi secara singkat kamu punya titik buta (Blindspot).

Tapi bagaimana kalo seseorang nunjuin makna gambar satunya ke kamu? Gimana kalo aku nunjuin itu ada gambar bermakna vas bunga dan gambar bemakna wajah? Bukanya itu ngebuat kamu nggak punya titik buta lagi?

Nggak sesimple itu. Karena kamu nggak bisa menentang apa yang otakmu mau liat duluan. Kecuali kamu ngabisin waktu yang lama buat ngelatih ulang otakmu, dan itu bakal sulit banget. Jadi kamu akan selalu buta secara insting terhadap makna yang nggak kamu liat.

Kaya juga misal pas kamu ngeliat seseorang sekarang, apa yang lo inget?

Memaknai orang itu sebagai orang jahat dengan sekali judge karena sakit hatimu yang cuma sekali namun luar biasa,

atau

Memaknai orang itu sebagai orang baik sekalipun dia pernah nyakitin kamu berkali - kali?

Kalo kamu ngeliat gambar bermakna ganda. Liat aja. Liat apa yang pengen kamu liat. Nggak usah mikirin gambar satu lagi, kecuali kamu pingin.

Kamu ragu sama gambar yang kamu lihat, pengen ngeliat makna lain dari gambar itu? Diskusi sama seseorang. Minta orang lain buat ngartiin gambar itu ke kamu.

Meskipun pada akhirnya, selalu tetep kamu yang menentukan mau liat gambar apa.

So, do it. Decide. Is this the life you want to live? Is this the person you want to love? Is this the best you can be? Can you be stronger? Kinder? More compassionate? Decide. Breathe in. Breathe out and decide.

See what do you want to see, trust what do you want to trust. Sisanya, biar waktu yang nunjuin dari makna yang kamu pilih. But i’ll tell you. You need to see both pictures.

It's our song and we can sing what we want, babe.

Cheers.

HAPPY BIRTHDAY TO ME YA JANGAN LUPA! 15 NOVEMBER 1997! GW UMUR 21 HAHAHAHA. DESPERATE BANGET MINTA DIUCAPIN :)

Pesan penulis : Tulisan ini mungkin jadi tulisan gw terakhir. gw mau hiatus dari distraction ini karena nulis adalah pelarian gw. selanjutnya nggatau. Gw mau fokus buat Tugas Akhir karena gw harus sidang proposal 11 Januari 2019 ini. Doain ya. Semoga gw sukses. Aamiin.
Ingat, menunda TA 1 hari samadengan menunda Nikah 1 hari, dan menunda TA 3 hari samadengan segelas susu. Alasan menunda TA. Emang dasarnya aja nggak laku. Terimakasih. Salam.

Sabtu, 10 November 2018

Your Oreo-Birthday-Cake

(i) Hari ini, 2 tahun yang lalu.

Saat aku masih jadi orang pertama yang membawakan kue ulang tahunmu waktu tengah malam.

Kau ingat? Kau begitu terkejut karena aku datang malam – malam. Karena aku bilang waktu itu bahwa aku sedang sakit. Rona merah di pipimu terpancar di sela-sela terang rembulan. Senyumku tak berhenti mengembang.

Kau ucapkan pengharapanmu. Kau bilang kau punya 3 permohonan doa pada ulang tahun kali ini.

Yang pertama: Semoga orang tuamu selalu dieri kesahatan dan kebahagiaan. Dan orang – orang di sekitarmu tiada hentinya mendukungmu. Aku aamiin-kan.

Yang kedua : Semoga apa-apa yang kamu citakan segera tercapai. Kau ingin lulus dengan gelar 1 semester lagi. Lalu kerja dan berakhir menjadi pengusaha dalam waktu dekat. Aku Aamiin-kan

Yang ketiga : Kau bilang semoga kita, bisa selalu seperti ini. Semoga aku bisa terus ingat kapan ulang tahunmu, apa makanan favoritmu, dan apa yang tidak kamu sukai. Katamu, semoga aku cepat-cepat dipertemukan dengan seseorang yang bisa menjagaku dan menerima segala apapun yang ada padaku.

Kamu tau? Apa yang dipikiranku saat kamu mengucapkan doa yang ketiga?

Kamu—

Aku ingin seseorang yang kamu doakan bisa menjagaku dan lainya itu adalah kamu.

(ii) Ada masanya ketika tiba – tiba aku menyetujui kemana hatiku tertuju, seketika itu kamu jadi yang tak tentu.

(iii) Sepertinya aku hanya akan bisa menjadi sekedar sahabat bagimu. Sekedar orang yang bisa membuatmu bercerita apapun tanpa harus takut untuk dihakimi.

Tak apa. Asal kamu masih bersedia bersamaku. Segala sebutan apapun itu akan aku terima.

Semua kenangan itu masih sama. Aku masih orang yang sama, masih orang yang setia menjadi sahabatmu. Bedanya sekarang dengan 2 tahun yang lalu hanya satu.

—Bahwa aku,

Bukan lagi orang yang membawakan kue ulang tahunmu
Kini kau tau, mengapa aku tak pernah meng-Aamiin-kan doa yang ketiga.

(iv) Tapi bagaimana jika rasa kita dapat ditulis terbalik? Akhir cerita kita, akan jadi awal mula kita ketemu. Perjalanan panjang kita selama ini hanya akan jadi sebuah gladi bersih. Akhir kita yang saling tersakiti akan mulai kembali terobati seiring berjalan-balik nya waktu.

Sedangkan malam masih hanya bisa menjadi peresah paling rusuh, namun singgah paling sungguh.
Ia mencoba menata kembali daun pohon cemara yang terbakar matahari. Lalu sang cahaya perlahan merayu kegelapan. Menenangkan keresahan manusia. Menimbang asa.

Sudah ku panaskan kembali kopi sisa percakapan kita kemarin malam, agar kamu mengerti kesempatan kedua itu ada. Tapi rasanya tidak akan pernah sama.

(v) Kamu yang selalu ada, dan lalu menghilang.
Kamu yang selalu di sisi, dan kemudian pergi.
Kamu yang menjadi tempat berlabuh, dan nyatanya memilih menjauh.

(vi) Selalu ada rindu yang teresidu olehmu sang pengampu tanpa titiktemu.

(vii) Jangan tinggalkan ruang hati ini sendirian. Ia tak mampu melawan rasa rindu yang tak kunjung sampai.

—Aku mohon, kembalilah

Setidaknya untuk menyusun retak,
Setidaknya untuk menyatukan lagi serpihan yang kau bawa lari.

***Selesai***








Pesan penulis : Tulisan ini adalah hasil karya gw kolaboresyen sama


YAAAA!!!! temen gw SMA, kenalin namanya "Mega Bintang Rahardini". Jadi dari kapan itu kita habis cerita - cerita banyak terus pas suatu momen dia show-off beberapa tulisanya.

Terus dia ngasih tulisan yang gak pernah dia publikasikan sebelumnya, dan gw orang pertama yang baca tulisan (i) sama (iii) (Kayaknya wkwk) dan ini tuh bagus gitu, katanya "Belum pernah ta publis de, cuma ta simpen di note hape". wah gila, tulisan gitu itu gabisa dipendem buat sekedar jadi note di hape. Apalagi hapenya J5, kalo XMASS gitu gapapa.

**Tulisan dia yang angka ganjil (i),(iii),(v),(vii). kalo mau baca full tulisan dia skip aja tulisan dengan angka genap.
"Emang harus banget baca tulisanya Mega aja?" HARUS.

Gak percaya? Liat deh. Coba di klik.

katanya tulisanya selalu jadi note di hape. sekalinya kirim udah masuk buku aja.
This is made me so jealous. Apalah saya yang cuma ngepost sampah di blog :')))) hash. </3

suatu hari nanti bakal kangen tulisan di postingan ini gw.

Selamat malam minggu anyway, jangan lupa nebar paku di jalan ya temen - temen.

Jumat, 09 November 2018

Hujan Bawa Penyakit


Inget nggak orang tua dulu pernah bilang "Ojok udan - udan le, ojok udan - udan nduk. hujan itu bawa penyakit"?

lha, padahal kan hujan cuma air? apa bedanya sama kita mandi? sama - sama kesiram air juga.

Fun factnya adalah emang hujan bawa penyakit, but only kebanyakan saat di hujan pertama.

Soalnya awanya yang di atas tuh udah penuh knalpot sama asap2 racun industri. udaranya itu sudah jenuh sama kotoran - kotoran yang melayang - layang yang di tumpuk dari musim panas.

Sedangkan air adalah senyawa yang mudah terlarut,

Saat awan kelabu tiba dan akhirnya hujan pun datang.
Bakteri dan racun itu terbawa oleh ujan deh.
Bayangin bakteri sebuanyak itu yang tertumpuk sampe kira - kira 6 bulan melayang - layang di udara, akhirnya jatoh dalam 1 kali hujan deras.

Mangkanya kalo ujan - ujan di hari pertama itu bakteri sama racunya semua jatuh terus nempel ndek kamu. sakit deh.

fun factnya lagi,

Tiap kali setelah hujan bedain deh. rasa - rasa in gitu. suasana keramaian jalan yang tiba - tiba sepi, bau air dimana - mana dan somehow, udara jadi makin seger kan? Karena toxicnya udah jatuh diserap dalam tanah.

Itu bukti otentik kamu butuh air (Air mata, Air mandi, Air wudhu, Air isnto, air apa aja deh pokok jangan minuman keras) buat ngilangin sedih dan pikiran berlebih.

Nggak ada yang bisa mencegah hujan rek, sama kaya patah hati dan pikiran berlebih. pada akhirnya cuma butuh penerimaan dan pembiasaan.
dinikmatin saja datangnya, dan sambut kepergianya.

love love,
dede

Rabu, 07 November 2018

False Alarm


Pembuka : Tulisan ini adalah hasil sebuah overthinking, berprasangka, berfikiran, berkondisi menjadi yang lain. Random thought bangetlah. Kondisi ini didukung dengan kepulangan gw ke rumah setelah sukses kehujanan pulang kerja. Baper oleh tulisan ini disebabkan oleh gerimis, saya Cuma nulis. Bukan si pembuat rintik tanpa titik.

Isi :
H-5 Bulan sebelum UNAS, Ada masa di waktu malam perpisahan SMA. Dimana seketika dia nyamperin gw di depan kamar penginapan. Ada yang mau dikasih katanya. Sampai akhirnya dia dengan pasang muka serius menyuguhkan foto cetak hasil photobox kita berdua sewaktu SMA.

“Ini.”

Sebagai orang yang bloon, alhasil gw sukses bengong.

“Apa ini?” tanya gw kosong.

“Foto kita bareng waktu SMA kelas 2 di TP. Kita habis dari KFC, inget nggak?” Katanya.

Ya gw sempat shock dengan sikap dia yang tiba – tiba serius. Dia ini anaknya supel banget. Gila. Gak punya otak. Konyol. Kalo ada orang yang terlahir dengan kepala terbentur, otak dia ini udah memar sejak dari janin. Nggak suka aja ngeliatnya tiba – tiba serius gini.

“Terus maksudnya? Bukanya kamu yang ngeyel mau nyimpen foto ini?”

“Ini foto kita, waktu kita masih jadi temen”

Lah kok bego? Emang sekarang kita musuhan ta? Makin bingung gw maksud anak ini gimana. Mau ngasih fotonya ke aku? mau jelasin sejarah foto ini? Apa mau foto bareng lagi?

“Lha iya emang. Kenapa?” jawab gw

Dia diem—

Mukanya jadi super serius ga kaya biasanya. Orang pekok gapunya malu ini tersipu di depan gw. kerasukan apa anak ini? Sejenak gw berpikir, sebelum akhirnya spontan dia respon.

“Jaga – jaga kalo tiba – tiba aku sayang kamu. Kamu jangan tiba – tiba ngejauh.”

Wah, Fix! Ini anak kesurupan setan geledek beneran ya tuhan.

“Hahaha. Ngomong apasi kamu? Aku gak bakal ngejauh kok. Kita kan temen” bales gw sambil mencairkan suasana yang tiba – tiba makin super beku.

Sehabis gw ngomong gitu, matanya tiba – tiba kosong ngerti nggak? Orang se-easy-going dia bisa tiba – tiba bloon gini. Kesel ngeliatnya gw tanya

“De, kamu tuh ngapa-“

“Aku serius.” Sela dia,
“Kalo aku ngelwati batas ingetin aku. jangan dijauhin.” Lanjutnya.

Shit. Diem gw, seketika ikutan bego dong...

--sejenak kita terdiam agaknya lama. Ada angin sedikit berhembus lewat depan wajah kita, sedangkan anak – anak masih sibuk bakar – bakar mengabadikan momen di perapian bawah lapangan penginapan lewat tatapan kamera.
Ok. gw memberanikan diri. gw memutuskan untuk harus memporsikan diri bukan sebagai temen buat saat ini.

                Gw bingung mau ngomong apa. Gw mencoba mikir apa yang salah? Gw sebagai temen udah berlebihan ta? Apa gw yang ga sadar kalo perhatianya ke gw bukan Cuma sebagai temen aja...

--Tiba - tiba dia nyodorin foto hasil photobox kita lagi.

“Liaten. Kita pernah sebecanda dan segoblok ini jadi temen. Aku takut kalo perasaanku nggak lagi becanda ke kamu. Kamu jadi ngejauh dari aku. maafin aku”

Ya kesel gw bilang aja “Iya. Heem. Aku gak ngejauh”

--Saat itu juga gw berkomitmen untuk ngingetin dia kalo kita Cuma temen. Kalo ada batas yang seharusnya gak boleh dia lewatin. Gw ingetin. Ngejauh caranya. Ancur pikiran gw gabisa nikmatin malam perpisahaan SMA sama anak – anak. Akhirnya gw block semua sosmednya. Bersifat angkuh setiap di depanya. Bodoh amat, gak butuh gw muka sedih-bloon-minta-disantunin tiap kali dia liat gw jalan di depan kelas pura – pura nyapa tapi gak berani. Duh. Harga dirinya sebagai cowok itulo 
kemana?

**sisa 3 Bulan masa SMA gw akhiri dengan UNAS, dan serunya lagi gw masih benci sama dia.
Selang beberapa tahun setelah denger kabar dia diwisuda. Gw gak pernah ngeliat dia lagi, dan akhirnya gw jadian sama orang yang gak mahamin gw sama sekali. Gak paham lagu yang gw dengerin, diajak ngomong film nggak nyambung, nonton kartun nggaksuka, dikit – dikit debat soal hal gak penting. Males banget sekaligus gw sayang banget.

Kadang aja gw heran. “Kenapa saat gw ngerasa ada orang yang mahamin gw, akhirnya Cuma pingin gw jadiin temen. Sedangkan, orang asing dengan sikap acuh tak acuhnya malah orang yang gw sayang? Bloon aja.”

Katanya cinta itu buta. Gara – gara percaya omongan orang akhirnya gini kenyataanya. Secara konstan aku sama dia resmi lost contact. Bagus. Seperti seharusnya.

Cerita ini berakhir dengan tiba – tiba gw ngedenger suara gak asing. Musik. Favorit gw. gw telaah lagi, ini lagu alarm gw “Show & Tell oleh Said the Sky
Gw kebangun, liat jam. Dengan idiot gw ketawa, baru sadar salah setel alarm. Salah bahwa ini udah mau 2019. salah bahwa ini jam 4 sore bukan jam 4 pagi. Selebihnya bener, gw tadi ketiduran, gw sama dia masih temenan.

Persis, Seperti yang bukan gw inginkan. Seperti gw yang masih diam - diam suka sama dia.

Jatuh cinta itu sekali, selebihnya bukan.
jika dirasa berlebihan atau kekurangan, Bisa jadi itu kesepian.
Ada yang tak leluasa semenjak kamu jadi hari lalu. Entah aku yang terjebak waktu, atau karena waktu yang terjebak di dalamku. Selesai.

**Catatan penulis : jangan lupa dengerin “Show & Tell oleh Said The Sky” saya nulis ini sambil dengerin lagu itu <3 Topcer tydac bo cuan. Salam.

Senin, 29 Oktober 2018

Truth + Dare


Why Truth + Dare instead of Truth or Dare? Cause when there’s a truth, it means you dare to take it no matter what. you don't get to choose

Gw cowok, tapi soal overthinking gw jagonya. Mungkin aja dari luar gw keliatan kayak gak peduli sama apa yang terjadi, tapi di dalem gw mikirin apapun kemungkinan yang bakal bisa terjadi.
So, Semenjak gw di jakarta banyak banget yang tiba – tiba gw pikirin. Sebelum berangkat gw mikirin keluarga gw, temen, dan cewek gw terutama. Apa yang bakal terjadi selama gw gakada. Apa yang bakal gw lewatin selama gw gak di Surabaya. Karena gw yakin selama di Jakarta perjalanan gw bakal lancar, semua yg gw hadapi gak jauh beda daripada apa yang gw hadapi di surabaya. Gw berpikir kalo gw akan menyikapi kondisi ini dengan aspek yang sama, hanya tempat saja yang berbeda.

Nyatanya busuk kaya pupup kucing abis makan wiskas rasa sarden 1 pabrik. Bayanginya aja eneg kan lo, apalagi gw. Well. Kondisi beda, dan gw berada di tempat yang juauh lebih beda. Keluarga disini kondisinya juga beda, temen gw yang di jakarta ada tapi pada mencar dan nggak ketemu intens kaya yang tiap hari dan, gw juga ditinggalin cewek gw. intinya, adalah jadi gakada yang bisa gw ajak tukar pikiran atau sekedar membicarakan hal2 yang gw pikirin secara serius dan signifikan.
Akhirnya hal yg gw lakuin, gw ngomong sama diri gw sendiri. Gw pernah ngelakuin hal ini sebelumnya, ngomong sama diri sendiri sering malah. Cuma kali ini so much more voice in my head. Bising pikiran gw. kayak duapuluhtujuh motor supra pake knalpot resing jejer terus mereka blayer – blayer kayak pas taun baru tapi pake megaphone sari roti yang biasanya ngeluarin bunyi “Sari roti, roti sari roti.” (Terkutuklah kalian yang baca sambil nyanyi dan melanjutkan iringan nada yang mengikutinya ya)

Itu sebulan lalu, makin kesini makin ngaco. Tepat 29 oktober ini, gw resmi 2 bulan di jakarta semenjak kedatangan gw 29 september kemarin. Gw makin mikirin keluarga, temen, topik Tugas Akhir, tugas rancang, metode apa yang bakal gw pakai waktu tugas akhir, laporang magang gw, dosen gw which is semua itu hal bagus buat dipikirin but god damn it. Bising.
Daridulu, gw gapernah nyalahin keadaan maupun diri gw sendiri. Apa yang terjadi ya gue terima itu sebagai konsekuensi atas pilihan yang gw ambil. Karena gw juga gapunya kemampuan buat ngehentiin kehendak semesta, Cuma ini too much. I can’t take it by myself. Dan baru baru banget pertama kali ini gw ngerasa “I Need to be saved by someone”. But then, no one even want to save me. Until someone come.

So, ok. That’s it. Post kali ini gak akan bahas betapa gw ingin memaki keadaan konyol yang menimpa lelaki tampan dan baik hati seperti gw (Kalo mau muntah aja silahkan, jangan ditahan), Di tulisan ini gw akan bahas how to solve it. Maybe you need to be saved too but there’s no one to save you.

First one that saved me is teman sekelas dan sekampus gw yang penuh pengertian, kenalin namanya Nurul Annisa Rahmandita (Mantan orang gw sebut biarin, maaf ya bro. Bukan nikung nih). Sebelum gw memulai, biarkan gw imdes cewek ini dengan 5 kalimat
1 1.)    Superly IDGAF Person
2 2.)    Love helping others
3 3.)    Fully-grown woman (As dia kelahiran 96 dan pernah ambil D1 di ITS tapi abis wisuda ambil lagi D4 ke PPNS. Kalo di umur dia yang sekarang dia resmi jadi half, Fully-grown aunty)
4 4.)    A really open minded person
5 5.)    Solution oriented
Even dia cewek lembut penuh pengertian dan penyabar setau gw, she’s also can turned into a though well-hard-trained-soldier-ready-to-ripped-your-eyes-down-to-your-knees pas lagi pms. So if you need a wife image, take her as your image. Me, myself don’t wanted that good-scary girl.
In the middle of percakapan gw nanyain mata kuliah kehandalan, dan di dorong rasa saya butuh solusi sekaligu Annisa adalah sosok wanita yang chill dengan apapun. gw iseng nanya

“Nis, gimana sih cara nikmatin hidup? Aku depressed sekali ini. Teach me how to not give a f word to this miserable wordl”

“Sumpah de, ku sempat prihatin dengan kondisi anda. Intinya doing something you love bakal ngebuat kamu lupa kalo idupmu menyedihkan”

“ok, suggest me something new”

“2M2F”

“2M2F apaan?”

“2M2F : Music, Movie, Family, Friends”

“Masuk pak Handoko! Tapi kayaknya ada yang kelupaan deh nis. Harusnya 2M3F”

“Music, Movie, Family, Firends. Dan kamu lupa elemen paling penting yaitu food”

“haha sa ae lu perut lumba – lumba”

PS : Buat kalian yang liat status line gw “2M2F” bukan berarti gw modus mendapatkan nisa, gw hanya mengingat - ngingat sekaligus pedoman hidup sementara di jakarta in case desperate saya kumat dan saya gak tau how to enjoy life.

Itu orang pertama, well orang kedua yang gw rasa benar – benar menyalamatkan gue tepat hari ini adalah Ayah.
Di suatu malam saat perjalanan balik dari rumah ayah (fyi, gw tinggal di rumah pakde gw daerah cilandak jadi hari itu gw lagi main ke urmah ayah karena sumpek di rumah. Sekaligus ayah gw ulang tahun)

Ok lanjut, diperjalannan balik. Mobil kami di iringi musik paling indah musim hujan, yaitu rintik dari luar kaca jendela mobil. Karena gw berharap weekend gw bisa tenang namun nyatanya makin runya, dan banyak yg gw pikirin banget. Gw memberanikan diri bertanya

“Yah, ayah kalo lagi banyak pikiran ngapain?”

Terus bunda heni iseng jawab“Ngerokok kalo ayahmu, hahaha”

“waduh, selain ngerokok dong bun. Haha”

Hening sejenak, ayah melanjutkan nyetir namun tatapanya berpikir.
Sejenak gw lihat ayah sambil tarik nafas kecil tanda Ayah selesai berpikir ayah bilang

“Mas rus, kadang kamu ngerasa kamu sudah berpasrah diri sepenuhnya tapi kadang kamu masih mikirin apa yang sebenernya terjadi. Jadi kalau banyak pikiran di buat istirahat aja buat tiduran.”

Sebenernya gw kurang puas dengan jawaban itu tapi ada bener juga kata ayah gw. Tidur juga ngebuat kita gak mikirn hal – hal yang berlebih. Di saat nulis ini gw jadi inget temen gw yang hobi tidur namanya Nanda Raka, jangan – jangan dia sama frustated nya sama gw. njir. Ngeri.
Sampai gw di rumah tepat jam set 10 malam menelusuri hujan deras dari teras rumah sampai ke ruang tamu. Malem itu, pikiran gw sedikit kebuka. Well i choose to sleep and not thinking about it.

Senin pagi ini, tepat tanggal 29 oktober gw bangun dengan perasaan sedikit enteng. Gw mengumpulkan niat buat mandi 2 jam dari jam 4, jam 6 akhirnya mandi (Ya ngumpulin niat sama realisasi emang lama ngumpulin niatnya), terus sarapan dikit dan berangkat ke kantor seperti biasa.
Di kantor, gw menargetkan diri gw untuk fixasi Topik dan proposal Tugas Akhir yaitu tanggal 4 November. In the middle of ngerjain something, tiba – tiba gw terdiam dan overthinking gw balik lagi. The feels that i hate the most. Lalu secara bersamaan gw mendapati ada Chat whatsapp dari Ayah, dan ini sungguh memberikan gw pencerahan dan mudah – mudahan kalian yang punya masalah yang sama kayak gw juga bisa kebantu. Ini Chat ayah asli gw Copas gak ada yang gw edit. Gw biarkan apa adanya.
“Mas... 
Setiap hamba pasti merasakan namanya takdir. Manis atau pahit haruslah diterima. Tak ada seorang hamba yg mampu menolak takdir. Stres, kekecewaan, kesedihan dan amarah adalah tanda seorang hamba belum mampu untuk berbesar hati menerima yg namanya takdir. Yakinkan dalam diri mas bahwa semua itu ada hikmahnya. Ada rahmat Allah yg besar dibalik itu.

Mas...
Jangan merasa benar, krn itu menutup hidayah yg hendak diberikan ke hamba-Nya. Tetaplah merasa kotor dihadapan Allah, tetaplah merasa jadi pribadi yg tidak sempurna dihadapan orang lain. Jadilah hamba yg tawadhu (rendah hati). Tetap semangat memperbaiki diri dengan selalu instrospeksi diri.

Mas...
Jangan merasa sedih, krn itu menutup iman kita, Allah sayang ama hamba-Nya yg bersabar, Allah tahu yg terbaik buat kita. Walaupun itu pahit, tetap husnudzon (berbaik sangka) akan takdir Allah.

Mas...
Jangan merasa kecewa, krn itu membuat kita lupa akan syukur. Jangan hanya krn satu takdir pahit, kira sudah lupa sudah begitu banyak rahmat yg indah sdh diberikan ke kita.

Mas...
Jangan sakit hati, krn itu merusak hati dan badan kita. Sakit hati itu energi negatif, mengotori hati dan merusak badan.

Mas...
Beban berat itu spt tas punggung kesayangan. Membuat berat tp tidak mudah untuk dibuang. Turunkan beban itu sejenak jika sudah membebani. Istirahatkan badan dan pikiran. Jangan siksa badan dan pikiran mas. Pikul lagi bila mas sdh kuat. 
Banyak2lah istighfar dan sholawat agar Allah memberikan kekuatan pada mas untuk melalui takdir.
Iklaslah menerima takdir, pasrahkan solusinya pada-Nya. Dekatkan diri pada Allah yang menciptakan ujian dan pemberi solusi. 

Nasehat dari Allah SWT :
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا  
fa inna ma'al-'usri yusroo
*Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan*

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا  
inna ma'al-'usri yusroo
*sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan*

فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ 
fa izaa faroghta fanshob
*Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)*

وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ
wa ilaa robbika farghob
*dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap*

(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 5-8)”

Well man, i cried. Got nothing to say but thank you.
Disaat membuat tulisan ini, banyak banget tulisan yang gw ketik sampek 4 paragraf. Gw delete lagi, gw ketik lagi, gw delete lagi. Ada beberapa cerita yg ga pengen gw ceritain ada beberapa beban yang gak pengen gw keluarin lewat tulisan ini. Karena juga gak penting, seolah – olah gw nyeselin hal itu padahal enggak. Karena itu pilihan yg gw pilih, se merasa sesia – sia apapun yg gw lakuin, se goblok apa gw jadi orang, itu udah kejadian. Gak bisa dirubah dan gakada gunanya.

I thought everyone deserve a secon chance. Well, it’s not about deserve, it’s about to believe that you will have a second chance someday, somewhere, with someone you don’t want to know.
Jangan pernah salahin keadaan, dan salahin orang lain. Salahin diri kamu sendiri, bukan buat nyakitin diri kamu sendiri tapi buat intropeksi. Buat benahin diri kamu sendiri. Supaya akhirnya kamu bisa improved to be a better one.
This is what i’m gonna say “The only thing that will improve you is to take any new chance that comes to you” when you feel like you have a good chance to be someone new, take it. Why? Because the old you is hurting yourself and you’ve done with it.

Btw, sebelum gw tutup tulisan ini, gw mau bilang terimakasih kepada temen2 gw yang udah banyak ngerekomin gw Film, Musik, Makanan dan ngelakuin hal hal yang harusnya gw lakuin sejak awal tapi gak kepikiran.
Mungkin kalian pikir kalian lemah dan gapunya arti apa – apa. Meskipun kalian ngerasa idup kalian mean nothing. Believe me,  you mean something to someone. So keep being you. You have a good reason to spent your life.

Sekian kumandang bacotan gw hari ini. Semoga juga bisa ngebantu kalian yang lagi parah – parahnya sumpek sama perubahan kehidupan. Apapun yang kalian lakuin, stay focus. Kalo ada orang bilang “Don’t rest when you are tired, rest when you are done”  well, it’s okay to rest sometimes but then you get back with a more powerful energy.
Accept that something new even itu hal yang menyenangkan atau hal yang menyedihkan. kalo kamu berfikir yang kamu ambil itu ngebuat kamu lebih bahagia atau lebih sedih believe you don’t want to know that earlier because you just don’t know.

2M2F is really working. How so?
Music change your mood
Movie change your perspective
Family change your mind
And friends change your smile.
Also, pray.
Will change your heart.
4 sehat 5 sempurna ya rek.

Do’akan gw lancar ya rek. Thx for reading this. Love you.