Selasa, 16 Oktober 2018

Awas Rindu

Momen paling sendu itu
Ketika kondisi jiwa paling biru.
Earphone yang mengalunkan lagu favoritmu sama doi + suara samar rintik hujan yang jatuh di jendela.

You got nothing in between but you and her.

Hidup itu singkat, Waktu itu cepat.
Bersyukur kalo kamu bisa nemu orang yang tepat.
Orang yang bisa menghentikan waktu, Orang yang membuatmu nyaman.

Hadirnya tak membuatmu resa
Bebanmu hilang dengan candanya
Hatimu tenang liat senyumnya
Sedihnya dan sedihmu adalah candaan kalian

Senyaman itu kamu sama orang
Selupa itu kamu sama waktu
Sebuta itu kamu sama perilaku
Kadang nyaman, bisa ngebuat kamu lupa
Kalo kalian cuma sebatas teman

Rahwanayana

Hanya rahwana yang berani memimpikan sinta.
Karena rahwana perapal ajian pancasona
Sinta adalah reinkarnasi Dewi Widowati, sang mendiang istri rahwana.
Hanya saja,
Rahwana terlambat menjemput sinta yang jatuh pada Sri Rama Wijaya.

Menikah adalah nasib,
Dan cinta adalah takdir
Kamu bisa berencana dengan siapa kamu menikah.
Tapi kamuntidak bisa menentukan dengan siapa kau jatuh cinta. (Sujiwo tejo)

Rahwanapun jatuh pada hujat panah rama wijaya.
Rahwanapun mati dan disebut sebagai raksasa serakah perebut istri orang.
Bagiku rahwana adalah sosok yang berjuang untuk orang yang ia cintai.
Meski ia tau cintanya takkan pernah kembali.

Hasil itu sementara,
Berjuang itu selamanya.

Jumat, 14 September 2018

Lost in miles

Sebelum saya memulai tulisan ini, izinkan saya berterimakasih kepada insan yang dengan sengaja menyuruh saya menangis.

Patah hati di kota ibu pertiwi



"4 tahunya lama ya" kata dia sembari menggigiti kuku yang sengaja mencuil. "Apa ini terencana?" Gumamnya tak yakin aku telah merencanakan sesuatu.

"Yang pasti, aku hanya ingin bersamamu selamanya" jawabku sambil menghentikan gigitan kukunya. Aku raih tangan pucatnya, aku sisir rambutnya dengan jemari hitamku.

"Jangan pegang rambutku", kata dia kesal. "Rambutku masih basah, dan kamu jauh"
 
"Sejauh mana kamu dengan langit?"
 
"Lebih jauh kamu"

Jakarta, bukan kota penuh dusta. Disini banyak orang jawa, sopan dan santun dari jombang sampai yang madiun. Aku mencoba menyibukan diri. Daripada ditelan bosan dan putus asa, busway adalah jalan tunggu lobby sesaat menuju kebebasan. Bebas bagian mana? Wong tracknya sudah ditentukan, kamu tuh lucu. Diatur dibilang bebas, seperti bukan kau yang dulu.

"Tidak, coba lihat kipas itu berputar. Pikirmu kehidupan seperti kipas?" Katanya.

"Berputar, tapi tidak menyejukan"

"Tapi diatur. Dan ia diatur untuk berputar"

"Maksud kamu?"

"Taring gading itu bisa retak, mas"

Kau mau ikut aku ke pesta dansa? Tapi tidak ada orang yang berdansa disana
Hanya balroom luas bak gelora, tapi sesak. Penuh dengan kebahagiaan orang lain.
Apa itu Aroma Karsa karangan Dee Lestari? Bukan, ini aroma bambu bukan buku, aku ngapain ditengah sawah begini?

"Pak banyak ulet"
 
"Ada harta karun disini"

"Saya sudah pernah cari"
 
"Mungkin sampean kurang dalem kalo nyangkul bu"

"Mungkin malah bapak yang seharusnya gak nyangkul terlalu dalem"

Sudah terlanjur, cermin ini harta karunku bu. Sudah menunjukan siapa aku dan apa yang harus aku lakukan. Aku akan menyimpan kaca ini, jaga - jaga kalu aku sedang tidak tahu diri. Lagi.

"Mungkin"
"Apa?"
"Kau sandiwara ya?"
"Sandiwara juga butuh rasa"

Ada ruang tunggu busway, kamu ke arah mana? Aku ke cilandak, kamu katanya ke senen? Soalnya aku lagi gamau ke arah senen, semoga kamu seneng. Bukan, maksudmu busway. Adalah jalan lucu menuju kebebasan.

Itu "Bubur ayam", tapi saat kita berpisah dan semua jadi runyam. Jangan dirubah lockscreen di smartphone kamu. Biar aku keep ya sampai kita ketemu. Tapi mungkin waktu aku balik, kamu yang berubah.

"Diterangin kalo aku difitnah buat apa? dengan fitnah de, aku jadi tau mana temenku dan mana yang bukan. Mana yang percaya aku dan mana yang percaya omongan orang"

"Iya. Dengan jarak aku juga jadi tau, Mana yang beneran sayang sama aku, dan mana yang bukan"

"Mungkin itu pelampiasan"

"Mugkin aja aku capek memilih tidak peduli"

"Nangiso dulu de"

"Buat apa? Tugasku banyak. Aku gakada waktu buat sedih"

"Ada. Aku disini"

"Gamau. Rambut kamu basah, dan kamu jauh"

*****

 Cari bahagia, jangan cari aku 
 

Sebenarnya tak usah bilang bila ada yang ingin kau katakan. Aku tau. Hampir semuanya. Cuma saja hampir. Kamu yang tau detailnya.


Mungkin aku sedikit bodoh, atau aku banyak sibuk. Kau tau waktu yang aku luangkan saat bukan untukmu, itu untukmu. Hanya bukan sekarang.

"Kau dulu pernah bekerja di sini?"

"Tepat, di meja sisi kiri. Bagian belakang dekat jendela. 40 tahun"

"Itu lama. Sudah terasa seperti rumah?"

"Iya. Sudah seperti rumah"


"Itu dulu" selanya beberapa saat sebelum ia tersenyum "Kalau sekarang? Bukanya sudah banyak berubah?" Lanjutnya.

"Berubah. Tapi ini rumah"

Aku melihat sesuatu yang biru, awan.
Aku melihat sesuatu yang hijau, daun.
Aku melihat sesuatu yang jelas, kamu.
Tapi kamu nggak ngeliat aku, ada cahaya terlalu terang menghangatkan di depanmu.

"Aku dingin, malam menggandengku"

"Ada sebongkah es di lemari"

"Maksudmu?"

"Mungkin bulan terlihat indah, hanya karena ia terlihat jauh"


Jangan katakan sudah berapa lama ada kalian, bilang saja semua akan berakhir. Tapi malah kita yang berakhir. Ada teka teki yang tidak aku pahami. Namanya perasaan.

Kau mau membantuku menyelesaikanya?
Aku sibuk, hadapi saja sendiri. Kamu sibuk dan kamu keliatan bahagia. Aku enggak, aku sibuk tapi kamu kelihatan lebih bahagia.

"Susah jadi kamu"
"Kamu mau aku jadi semua orang?"
"Mencari Jadi dirimu sendiri saja susah"
"Everybody is not us, honey"


Aku kira aku sibuk. Makin kesini lama kelamaan aku kia akan kehilangan kamu. Gara - gara aku sibuk. ternyata aku tau, aku yang kehilangan aku. Kau mau menemukanku di tempat bising begini? Suaramu aja aku gak dengar. Banyak ego yang berteriak disini.

*****

Pulanglah, Tapi jangan ke rumah.
 
Banyak kata yang ingin aku ucapkan sebelum kau pergi. Tapi kau sudah terlanjur pergi. Terus apa yang harus aku sesali? Kata yang terucap, atau kepergianmu? Keduanya.

Yang 100% ada untuk kamu, bukan tentu yang terbaik buat kamu. Kau tuh manusia, gaktau mana yang terbaik buat kamu. Semua itu datang ke kehidupanmu dengan alasan kan?

"Aku siap"

"Gimana kalo mereka pergi dari kehidupanmu dengan alasan?"

"Itu alasan"

"Tapi aku pergi"

Aku punya lebih dari 250 friend list di social media aku. Tapi kamu tukang spam kaya iklan tokopedia. Jadi kamu selalu yang diatas, aku gak sempat liat chat lain. Sekarang aku install adblocker. Kamu sikat gigi sana, tulisan kamu bau.

"De. Aku boleh mampir?"

"Jangan dulu. Rumahku berantakan"

"Biar aku bantu"

"Kau nggak tau barangku harus ditempatkan dmana"


Gimana kalo aku nyanyi buat kamu, aku sudah belajar gitar. Mungkin kita bisa ngecover lagu payphone? Tapi buat apa? Suaramu jelek, kamu juga belum ngajarin aku gitar.

Hadiah dariku tolong didengarkan, ada surat di dalamnya. Mungkin sudah kamu baca. Tapi aku telat ngomongnya. Keburu kamu ulang tahun. Maaf.

"De. Wes sarapan?"
"Opone, mek tahu mbek bayem"
"Woo dadi arek gak duwe rasa syukur"
"Emang kabeh iki awakmu sing nandur?"


Kasih aku dua tulisan random. Aku akan jadikan 5 tulisan random. Aku mau kamu ada di karyaku. Tapi terselip.

Aku pengen pulang, tapi aku gapunya alasan buat pulang. Gimana kalo aku emang lagi gak pengen pulang?
Apa artinya itu aku nunggu dijemput baru aku pulang?

"Tergantung" katanya, "Tergantung sekuat apa alasan kenapa kamu pingin pulang"

"Kalau aku punya alasan tapi gak kuat. Aku tak boleh pulang?"

"Itu namanya tetap alasan. Pulanglah. Selalu ada yang merindukanmu di rumah. Meski bukan orang yang sama"

"Kamu jauh"

"Gak. Kamu congkak. Lupa sama rumah"
 

Selasa, 07 Februari 2017

Faedah Mahasiswa Fan

Oke, welcome back. sudah kira - kira 2 tahun gue ga nge-blog lagi. dikarenakan aktifitas gue yang kampretnya padet banget ga kaya dulu smp. dulu smp, kalian akan menjumpai seorang anak dekil, ingusan, pulang sekolah naik angkot paling akhir (karena selalu keduluan anak naik angkot dan angkotnya penuh sehingga tidak memungkinkan gue untuk masuk, bloon sekali).

Gue dulu smp rentan banget kena penyakit. Panas, batuk, pilek bahkan minum es teh aja gue bersin. dan akhirnya gue agak ketergantungan memakai obat seperti decolgen, bisolvon, decolgen campur bisolvon. saking kecanduanya tidak jarang juga gue memakai paracetamol untuk menurunkan panas soto ayam yang baru mateng. kadang juga gue menggunakan fungiderm untuk menghilangkan jamur di pangsit mie ayam jamur jika jamurnya kebanyakan. karena pernah suatu ketika gue pesen mie ayam jamur di suatu warung kaki lima yang kata orang "Idih makan di warung" tapi rasanya sedep banget dan gue biasanya akan bales omongan mereka "Idih, makan mahal porsi dikit. hehe." pernah gue pesen mie ayam jamur. bener isinya ada mie, ada daging ayam suir, ada jamur. tapi jamurnya kebanyakan serasa mangkuk itu isinya jamur semuanya hitam pekat, legit - legit kaya batang ubur - ubur gitu. gue pikir ini lama - lama sih bukan mie ayam jamur, ini jamur ayam mie.

oke balik ke tulisan mahasiswa fan. apasih mahasiswa fan itu?
oke well, karena gue sekarang sudah resmi jadi Mahasiswa dari tahun 2015 *Cling* yang dulu smp gue ingusan sekarang kuliah upilan. hehe.

sebagai mahasiswa gue adalah mahasiswa yang percaya bahwa upil adalah mahkluk hidup.
Untuk kalian yang masih awam soal ngupil dan newbie soal upil mengupil, gue kasih tips ngupil yang pro. kisi - kisi tembus sukses ngupil 100%.
1) Gunakan 1 tangan saja jika ngupil (jangan pake dua tangan karena ribet)
2) sesuaikan posisi lubang hidung dengan tangan kalian. jika kalian ingin mengupil libang sebelah kiri makan gunakan tangan kiri jangan tangan kanan. karena susah
    GUNAKAN INI 
JANGAN GUNAKAN INI
 3) gunakan dua jari saja, usahakan telunjuk dan kelingking. Kelingking berfungsi sebagai detektor untuk mendeteksi posisi upil, dan Telunjuk sebagai eksekutor.
4) Hindari menggunakan ibu jari karena susah, hindari juga menggunakan jari ibu untuk menghindari kemungkinan di gampar karena kurang ajar
5) Ini yang terakhir sekaligus yang terpenting. awali harimu dengan bertanya "Sudah Ngupilkah Anda Hari Ini?"

oke,
pernah gak ketika kalian ngupil pas kalian deteksi upil ada di sebelah kanan dinding tapi waktu di eksekusi ternyata upil sudah di sebelah kiri. ini menandakan bahwa upil kalian gamau kena jarah.

Bukti hakikat lainya adalah ketika kalian ngupil susah banget dapetnya, terus pas upil kalian keluar ada bulu hidung yang nyangkut. itu adalah salah satu bukti bahwa upil kalian lagi struggle waktu kena razia. "Tidakkkkkkk, tidakkk. jangan ambill akuu, aku harus meraih bulu hidung itu. dia akan menyelamatkanku. tidaaaaaaakkk" Teriak derita si upil yang kena jarah.
Sebagai mahasiswa yang melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan tulisan ini beserta saya menyatakan bahwa saya mendirikan "UKM penelitian kehidupan upil berintegrasi"





Well apasih Fan itu? bukan kipas angin, bukan pak irfan juga. fan adalah sebuah istilah untuk seseorang yang menyukai sesuatu. hari ini sih biasa disebut "fangirl" atau "fandom"
"fan" yang berarti penggemar dan girl yang berarti perempuan di tambah imbuhan ing yang berarti melakukan dan lahirlah "fangirling" yaitu seorant owrempuan yang. elakhkan aktivitas sebagai penggemar. misal cewek ini suka dengan harry potter, maka si cewek wajib memfollow seluruh apapun itu yang berisi harry potter, kadang juga menghiasi dinding kamar dengan hiasan harry potter bahkan loncat dari lantai 3 gedung kampus pakai sapu terbang sampai memantrai dosen pengawas waktu uas Cewek fangirl : "REDUCTOOOO!!!!!"
"EXPELIAMUUSSSS!!!!"
"CRUUUCIIOOOO!!!"
"AVOKADO KEDALUARSAAAA!!"
Dan dosen akan mengeluarkan satu mantra mematikan
"Sudah selesai bicaranya? :)"
"Bisa saya lanjutkan? :)"

fan fan ini biasanya agak kekanak-kanakan namun sebagai mahasiswa, gue semakin menggilai ini. biasanya sih cowok gak suka kalo kalian sebut fanboy karena bahasanya terlalu feminim mungkin mereka akan memgganti fanboy jadi penggila/obsesi. seperti cowok akan menyebut cewek bahwa "cewek adalah tukang gosip" sedangkan cowok jika ngomongin orang lain "Enggak kok, kita ga ngomongin orang. kita lagi diskusi aja" kata cowok dengan tegas. ya gitu deh.

jika cewek bilang cowok selalu salah
dan
cowok bilang cewek selalu benar maka..
ya gitu deh. hehe

Buat kalian cowok yang sukanya nongkrong, ngetrip, ngopi - ngopi ganteng, dan hobi ngeganti motor bebek pake knalpot resing. (Suaranya anjaaaayyy).

gue adalah jenis cowok, yang nonton Harry potter, nonton film MARVEL, nonton film DC, main kartu yugioh, penggemar spongbob nomer 1, mendengarkan lagu one direction dari album up all night sampe made in the a.m gue bahkan tau kalo nial punya tai lalat di keteknya.
Gue berada di dalam golongan cowok tidak keren yang punya dunia keren di dalam kepala gue.
Sempat gue mimpi suatu malam gue berada di salah satu episode "harry potter : and the order of the phoneix" waktu si harry ngajarin murid lain gimana caranya munculin patronus charm pake sihir expecto patronum.
 Mantra Patronus adalah mantra pembangkit energi positif yang dikenal dengan Patronus. Patronus juga disebut sebagai pelindung jiwa. Biasanya keluar dengan bentuk hewan.








 

Dalam mimpi itu gue struggle sekali memunculkan patronus charm gue. tapi gak bisa - bisa. selanjutnya harry mendekati gue dan berusaha membantu gue.

harry : "Think the most beautiful and positive things in your life then you'll be able to cast patronus charm"
gue : "Expecto Patronum!" *Bwooshh* (Keluar Kodok)
harry : "Dede, your patronus..."
gue : "yes, harry?"
harry : "Is Coepoeh"

Gue bahkan sempat berpikir yang keluar bakal swikee goreng mentega khas bojonegoro.

Selasa, 06 Januari 2015

Jika Cinta Datang Terlambat, Maka Waktulah yang Tidak Tepat.



well, jadi disini gue barusan nulis untuk hari ini. ini hanyalah sebuah cerita fiksi bukan pengalaman pribadi. jika ada kesamaan nama tempat cerita karakter dan sebagainya. itu hanyalah kreatif saaya saja. oke. jadi ini ceritanya




gue, seorang wanita cantik yang bernama nesta. wanita cantik, manis, dan dikenal sopan oleh teman dan guru. hari ini gue seneng banget. akhirnya cowok yang gue idam - idamkan 1 tahun 365 malam. cowok ini idaman banget, tau rangga smash? kalau dibandingkan dengan rangga smash cowok ini se-level dengan tukul arwana.
emang sih rangga smash ganteng, tapi dia ga lucu hihi. nama dia kebetulan sama sama rangga, tapi dia bukan boyband. dia seorang siswa sederhana dengan cita - cita yang 100% bisa di gapai. keluarganya sudah berkecukupan. sekolah semuanya, kadang rangga juga nge-band buat cari duit sendiri. paham kok, cowok mandiri. cewek mana yang gamau deketin dia haha.

gue menunggu rangga mulai dari kelas 1 sma, tapi kita bertemu di kelas 2 sma. yah, lumayan mendekati UN. mungkin beberapa orang akan bilang "kamu jatuh cinta di waktu yang salah" dan gue akan bilang "jangan salahkan cinta, salahkan waktu yang kamu sia - siakan bersamanya"

kita selalu salah pahan, gue juga cewek. gue ga mungkin ngomong duluan kalo gue suka dia. sebagian besar cewek merasa jika menyatakan cinta duluan, sama saja mengibarkan bendera berbentuk celana dalam. karna harga diri wanita lebih penting dari cintanya. mungkin itu sebabnya juga dia gak peka. gue sempat merasa kalo dia emang ga suka gue. jadi lebih baik gue pendam aja perasaan ini.

pernah saat itu rangga dateng ke gue. dia mengambil kursi lalu duduk tepat di depan gue. gue berharap dia bakal bilang "hai" ke gue untuk sekedar menyapa. tapi, yang gue dapati dia hanya diam. mungkin gue terlalu mengharapkanya, jadi gue menempelkan kepalaku di meja. gue merasa seperti wanita bodoh, yang selalu mengharapkan cintanya. seperti cintanya adalah segala sesuatu. namun nyatanya, emang iya. sejenak suasana hening. diantara kesedihan itu gue mendengar suara yang selalu gue nantikan. "hai" ucapnya lemah. aku yang menutup kepalaku diatas meja pun terbangun. "ha.." belum selesai ucapku, dia sudah membalikan badan. mungkin saat dia menyapa gue, gue masih sibuk menyandarkan kepala. dia merasa suaranya tak didengar akhirnya dia memalingkan kepalanya. sudah terlambat, sangat terlambat bagi gue. gue ga punya cukup keberanian untuk menyapanya. tak pernah bisa. maka disinilah gue, menyandarkan kepalaku ke meja lagi. loh? loh? apa ini? kok mejanya basah? oh iya gue baru inget air ini, air mata gue. seperti biasa.

namun hari ini dan selanjutnya semua berbeda. sangat berbeda. gue dan dia sudah lulus SMA. mulai lulus SMA, kita mulai punya kesibukan masing - masing. namun gue tahu anak kuliah tidak sesibuk itu, sibuknya hanya waktu liat film berjudul "persentasi dosen". dia berusaha mencari kerja dan gue pun begitu. gue bekerja sebagai chef perempuan di sebuah restoran ternama. waktu demi waktu kita lewati. hingga akhirnya, gue berpikir untuk segera menikah. rangga sudah mempunyai pekerjaan teta yang gajinya lumayan besar, dan gue mungkin bisa berhenti dan membuka usaha warung sembako di depan rumah. akhirnya di anniversary kita yang ke 7 tahun aku meminta rangga untuk membelikanku sebuah cincin.

"mas, kamu keberatan nggak kalo aku minta cincin itu?" tanyaku.

"enggak, santai saja. cincin itu tidak masalah. tapi sejak kapan kamu manggil aku mas?" tanya rangga sambil tersenyum tipis

"engga apa apa lagi ingin saja memanggilmu mas, hehe. ga kenahaln tuh buat mas cincinya?"

"berapa sih emang?"

"sekitar 12 juta mas. berlianya juga besar. bagus banget"

"iya nanti mas belikan buat kamu, tunggu gaji mas bulan depan ya"

gue bersabar selama 1 bulaan, cukup sabar untuk menantikan cincin indah yang lumayan mahal. 1 bulan kemudian, aku usai menunggu.

rangga tidak membawa sebuah kotak cincin hari itu, melainkan kotak besar.
"apa ini mas?" tanyaku
"ini kan yang kamu mau?"


dia memberiku sebuah "teddy bear"

"apa ini mas!?" tanyaku marah

"yang kamu liat apa?"

"teddy bear? maksud mas apa sih? sebulan lho aku nunggu mas. cuma buat teddy bear? aku mau cincin mas" gue pun mulai menangis.

"sudah, teddy bear aja sudah cukup kok buat kamu. coba dong kamu peluk teddy bearnya kaya meluk aku haha"

"meluk? gak mas, aku gasuka teddy bear. aku mau cincin!!"

marah ini sudah ga bisa dikendaliin, dia uda ga ngehargain gue. gue lempar teddy bearnya ke jalan, gue buang di depan mukanya biar dia tahu rasanya nungguin cincin. biar dia sama kecewanya sama gue.

"gue pulang sendirii!" bentak gue.
akhirnya gue pulang, namun di tengah perjalananku aku mendengar bunyi "HEEEIII! AAWAS BODOH! LIAT LANGKAHMU!" *BRAAK*.

mas rangga mencoba mengambil teddy bear yang gue buang. mas rangga lari ke jalan buat ngambil teddy bear yang gue buang. mas rangga ngambil harapanya yang gue buang. mas rangga..... "MAS RANGGAAAaaaaaA!!!!" jeritku histeris.

hari ini tepat hari ini 2 bulan setelah pemakaman mas rangga. aku sempat menghadiri upacara pemakamanya, dia dikenal sebagai orang yang berwibawa di kantornya. salah satu teman katornya menyimpankan teddy bear itu untuk gue.

oke, gue masih trauma. 2 bulan ini trauma gue sudah mulai menghilang. gue buka kardus yang diberikan mas rangga waktu itu. teddy bearnya sudah lumayan rusak, bisa aku lihat. sejenak gue teringat kata mas rangga "peluk dong bonekanya kaya kamu meluk aku"

gue mulai berbicara sendiri. "mas, beruangnya gendut kaya kamu hihi" apa ini? gue mulai gila hahahaha. air mata gue mulai jatuh, mungkin sudah gak bisa gue tahan. hingga akhirnya gue memilih untuk memeluk teddy bearnya. gue peluk erat banget serasa mas rangga meluk gue.

"kkkrssskk krrrkk ssk css..." ehh kok teddy bearnya? *cklak*

gue mendengar suara itu. suara yang sudah lama gue nanti dan gue jaga. suara mas rangga.


"nes... will you marry me?" *cklak*. cincin berlian itu, keluar dari perut di beruang.

terimakasih mas rangga.


"jika jatuh cinta disaat yang salah, maka jangan. jangan pernah kamu salahkan cinta. salahkan waktumu yang kamu sia siakan bersamanya"

- terimakasih.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Pacaran

Hal terpenting dari pacaran? intinya orang pacaran? pacaran itu ngapain aja? habis pacaran mau ngapain? pacaran paling lama berapa bulan?

mungkin dari beberapa pertanyaan diatas cuma beberapa yang bisa gue jawab. misal, pas pacaran makan malem bareng di taman safari. paling lama bertahan cuma 100 menit itu aja udah termasuk injury time.

beberapa pertanyaan masih belum bisa gue jawab. semisal, habis pacaran mau ngapain? jaman SMP, SMA pacaran? simple, habis pacaran jadi mantan. mau nikah? bisa aja sih, tapi dengan kemungkinan percepatan 20m/s dengan cos(180 derajat) pada perubahan sifat pasangan terhadap kita. lalu melalui fase ditikung teman 80 derajat dengan persamaan y=A.Sin(Wt±Kx) hitunglah berapa lama hubungan akan bertahan?

itu aja satu sekolah, apalagi yang memaksakan hubungan dengan LDR. pisah sekolah pisaah hubungan? tergantung sih, seberapa dewasa pasangan itu. LDR itu adalah sistem perpacaran jarak jauh. semisal pacar lo dapet beasiswa kuliah di amerika, nah lo ada di papua pas pedalaman suku amborijinya. kejauhan kayanya, misal lo di surabaya pacar lo di malang. coba, lo dalam sebulan ketemuan berapa kali? emang nggak bosen? Enggaklah. menurut gue kan tiap hari kangen - kangenan, kalo makin kangen artinya makin cinta, makin cinta ya makin nyaman, makin nyaman ya makin langgeng. tapi yang gue alami rasa kangen yang meningkat itu berbanding lurus dengan rasa protektif dan cemburu. iya, makin kangen makin cemburuan. kalau uda cemburuam pasti berlanjut ke tukang ngambek, setelah tukang ngambek ke tukang kubur.
Ada beberapa hal yang menguatkan hubungan LDR misalnya hubungan sikap dewasa dan komunikasi yang baik. kalau yang buruk itu pas lo baru pertama LDR, sampe sana hape lo hilang ketinggalan di kereta, lo lupa nomer telepon pacar lo, dan lo di rekrut oleh anggota teroris.

Waktu gue LDR, sebenernya gak jauh - jauh amat. cuman beda sekolah, itu aja bertahan 3 bulan. setelah 10 bulan di smp. ya, gitu.

Di saat kedua hubungan layaknya gedung tua yang rapuh. di situ juga rasa gue diuji, antara memilih putus karena gak nyaman, dan bertahan karena gue gamau perjuangan gue sia - sia. gila apa. jalan - jalan nonton dan makan ke mall, nemenin telponan dari isya sampe shubuh. itu pengorbanan, pake banget. tapi pengorbanan itu biasanya dihargai dengan "kayanya kita udah gak cocok lagi", lalu kita berjuang lagi dengan "Tapi aku masih sayang kamu" . lalu dia mengelak dengan "tapi kita udah gak cocok lagi, aku nemuin orang lain disini" lalu kita mengakhiri hubungan kita dengan "Yaudahlah, maaf ngrepotin kamu selama 10 bulan ini dan makasih sama semua yang pernah kamu kasih" lalu perlahan kita meneteskan air mata. Air mata bahagia? enggaklah, ada yang bilang bahagia kita itu ada kalau ngeliat dia bahagia sama yang lain. Bullshit.

"meskipun dia sama orang lain, gue bahagia kok kalo ngeliat dia bahagia", Bullshit. yakin? lo bahagia ngeliat dia ketawa sama orang lain? Lo bahagia ngeliat dia mention sayang - sayangan di timeline? lo bahagia waktu orang lain gandeng tanganya? lo gak sesuci itu men, enggak. pasti ada segores paku yang menghujam jantung. kadang gak cuman segores, selusin paku juga bisa.

Pada dasarnya gue gak pernah takut lo tinggalin, gue hanya takut lo kehilangan kebahagian. intinya itu ada di lagu "keep our love alive"nya afrojack.
"Aku akan jadi kesunyian saat kau tidur
aku akan jadi keributan di jalan rayamu
kau bisa melihat dan mengikutiku kemanapun
melewati dinginya malan.
But how do we keep our love alive?"
susah men, LDR gak sesuci keliatanya.

ini bisa digambarkan dengan rumus jika hubungan malang dengan surabaya menempuh jarak 40 dan memiliki waktu tempuh 3 bulan. berapa kecepatan sifat pasangan akan berubah jika gravitasi dan kasih sayang diabaikan?


jadi ngapain sibuk nyari pacar disaat lo masih sibuk nyariin sumbu fungsi Y pada gradien delta H dan kuanstanta X pada integral (2Xkuadrat + 3X + 6) dx?