Postingan

Teruntuk kalian,

Ini adalah surat terakhir saya sementara ini untuk kalian semua Sudah sekian surat saya sampaikan pada kalian dan sekian surat yang saya terima dari kalian Saya merasa dekat dengan kalian dan kalian merasa mengerti saya tapi kenyataanya saya tidak kenal kalian saya tidak tahu mahkluk macam apa kalian saya tidak yakin kalian semua tahu saya, saya tidak percaya kalau diantara kalian tak ada yang jahat ke saya, dan begitu pula sebaliknya saya tidak kenal kalian kalian tidak kenal saya jadi, tenang saja kalian bukan alasan saya tidak sanggup menulis surat lagi untuk saat ini karena hanya dia yang istimewa, yang paling dekat dengan segala mimpi dan lapisan diri kita hanya momen termanis yang bisa memberi rasa terpahit di hidup kita dan hanya dengan melewati momen pahit itu kita bisa benar – benar menghargai kebahagiaan dengan nyata

pahit

Gambar
....Sampai suatu saat aku memberanikan diri. Untuk pertama kali bertemu dengannya secara langsung. Berdua. Mungkin akan lebih mengagumkan. nyatanya. Aku canggung, dan dia bingung. aku tidak tau salahku dimana, yang jelas sementara ini, kami menyudahi semuanya Aku bertemu denganmu di saat yang benar-benar tidak kurencanakan. Ketika ada momen itu— kamu mengikat sekaligus membebaskanku. dengan segala kelemahan kita memilih berjuang melawan kegelisahan. Selangkah demi selangkah—berjalan bersama secara sadar. Pada akhirnya kita memang hanya terikat oleh seutas rasa percaya, bahwa aku dan kamu— akan saling menerima dan membalas perasaan sampai ‘nanti’ kita selalu bertaruh walau tahu di dunia ini tidak ada yang pasti dan akan ada saatnya kita kalah ada kalanya dalam perjalanan manis ini, ketika kita saling membelai, justru terasa saling menampar— dan ketika belaianku terasa seperti tamparan, kamu selalu mencari belaian lain belaian halus yang seakan me...

You are my heartbeat

Who am i? If i’m not the one to loveyou The one who give you affection It’s do or die I am not the one to love you The one to give you Affection *** “jangan ngebut – ngebut, de” “Kenapa, ca? Takut?” “Nanti cepat sampai rumah, aku jadi cepat berpisah denganmu” “Tapi kalau kita tidak segera sampai—“ “Kenapa?” “Nanti sampai rumah kamu sudah tua” “Gapapa, de. Tetap lebih tua kamu waktu sudah di rumah” “Apa sekalian saja kita berumah tangga?” “Hush. Ngaco” “kenapa?” “Iya kalau aku sejalan sama kamu” “Mau selama apasi kita ini di jalan, ca?” “Selama kamu betah” ***                                     “Kita, mau sampai kapan temenan?”                    ...

ABC 5 dasar nama burung lovebird

Gambar
kenapa orang sering membicarakan keburukan seseorang, padahal diri nya lebih buruk dari yang di omongin. 1/5 Jawaban gw adalah “wkwkwwkwkwk. Ngga juga. Lingkungan lo aja isinya orang kaya gitu semua. Pindah lingkungan hidup sini sama gw” Well, kayaknya gw bakal lebih bikin podcast daripada ngetik di blog. Tapi suara gw jelek, takut nanti lubang telinga kalian penuh riak jadinya. Ada beberapa topik juga yang sebenernya pingin gw angkat buat jadi tulisan, jadi sekalian aja. mumpung ada momen ginian juga. Hm kenapa ya. Dikarenakan mungkin dengan menjelekan orang lain, dia rasa dia akan ngangkat harga dirinya sendiri (sering saya jumpai di negara +62). I mean like kalo ada yang ngomongin dia “Eh kamu lho, gabisa matematika” “Daripada dia, udah gabisa bahasa inggris, kurus, suka nya ngerayu – rayu cowok orang. dih” Lha!! yang kek kek gitu tuh, mempertahankan image mereka dengan menjelekan image orang lain, dan respon kalian bakal “lo ga ngaca muka lo sendiri...