"Gausah takut, kan sama mama" Di bandara menuju Palu, dua ribu dua puluh. "Ma, takut" kata si adek. "Gapapa. Ngapain takut? Kan ada mama" Aku juga kangen. Bisa takut. Dan lapor ke mama. "Ma, takut. Kayanya aku ga berhasil" Dalam hati. Kita jawab sendiri. Kalo mama bakal bilang "Salahmu. dikasih tahu gak nurut. Ngrepoti orang tua ae" Kadang, kita tanya. Dalam hati. "Apa mama masih sesayang itu sama aku?" Andai kita masih bisa bilang "ma, aku takut" ke mama, daripada ke twitter. daripada ke instagram. daripada ke temen - temen. Daripada ke "sini. ceritain aja. ada aku kok" nyatanya, gakada siapapun yang bisa gantiin apa yang gabisa diganti. Andai kita semua biaa menekan tombol restore to default (ma, aku takut) Apa mama bersedia ada walau sudah tiada? Kadang aku memohon, agar aku yang tiada duluan. Nyatanya aku gamau pisah. Gapernah siap pisah. Aku masih pengen ngomong ...
Gue (akamichi) di sini bertindak sebagai jenius (dalam hal malak anak TK yang lagi beli tempura) Dan di sini, temen gue yang selalu gue tindes selama berpuluh puluh jam yaitu malinkundangtakberkutangyangutangkatering ato shidqon bertindak sebagai half bolod prince. Kenapa half bolod prince? Karena emang dia amat bolot, bayangin aja dia kencan,sama cewek bule asal belanda yang tinggal di malang, dan dia gak bisa ngebedain mana angry dan hungry, Cewekbuleyangtinggaldimalang : “do you angry with me?” Roni : “yes, I do, do you want order ice cream or something?” Dan yah, padahal dia udah bisa mbedain mana hungry mana angry.. tapi kenapa di masih salah..? dan sebelum sbelum sebelumnya (tahub lalu lah paling enggak) juga.. gue lagi asik2 nonton kamen rider OOO dikamarnya satria, tiba2 itu siluman maho mencekram bagai Beowulf gak punya puser. Dia langsung ngambil keyboard laptop nya si satria, masang flasdisk, terus terdengar suara.. *jeennn jeett jeenn jet.... Susume Yuuki no hat...
Salahmu. Meninggalkan aku terlalu cepat. Meninggalka aku saat sedang berproses menjadi yang tepat. Mengabaikan, dan jatuh cinta dengan yang bukan aku. Salahmu, Menolak ku dan menjadikanku semakin (candu/benci) padamu. Salahmu, Memegang tanganku tanpa seizinku. Bilang i love you tanpa ada aku yang mulai dulu. Aku benci menyalahkan diri sendiri, tuhan apalagi (maha benar/tak bisa disalahkan) Jadi, Salahmu. Terlalu pilih - pilih teman. Janji "februari kita ketemu ya?" Tapi lebih memilih aman bersama kesunyian. Tanpa teman. Tanpa aku. Salahmu. Mau aku ajak ketemu, Salahmu. Jatuh cinta lebih dulu, Salahmu, Tidak mau denganku (dua kali) Salahmu. Sekarang, aku ada di sampingmu. Jadi yang sangat sayang --ma qm, mwah
Komentar
Posting Komentar