Postingan

The Last Ramadhan Night

  Sore ini, begitu bedug dan adzan Maghrib berkumandang, ramadhan 1435 Hampir berakhr. Banyak yang bergembira, terutama mereka yang merasa tersiksa harus menahan lapar, haus dan hawa nafsu selama satu bulan. Mereka yang puasanya termasuk kategori awam. Sementara, mereka yang puasanya sudah masuk dikategorikan Khawas bil khawas. Apasih kategori khawas bil khawas? Jadi gini, gue sempet baca di internet. Ada 3 kategori tingkatan puasa. Di tingkatan peratama, ada puasa aam. Aam itu adalah guru olahraga gue. eh bukan, maksud gue kategori puasa aam ini adalah orang yang melakukan puasa hanya dengan menahan diri dari makan dan minum dan segala hal yang membatalkan puasa, puasa ini biasanya kategori puasanya orang seperti kita – kita atau yang masih pemula (Basic) Dalam beragama Di tingkatan kedua, adalah puasa khawas, puasa khusu bagi mereka yang tidak menahan diri dari makan dan minum. Tapi, lebih dari itu dia bisa menghalangi seluruh anggota tubuhnya dari perbuatan do...

Gue Sadar, Gue berbeda.

GUE SADAR, GUE BERBEDA Waktu gue TK 0 besar. guru gue nanyain temen temen gue satu per satu. "Kalau udah gede kamu mau jadi apa? Jadi cita cita kalian apa?" temen gue ada ga yang jawab "mau jadi dokter bu, jadi nelayan bu, jadi arsitek". Gila, anak kecil umur segitu yang kerjaanya makan tidur ngiler sama ngomong amin paling banter di masjid waktu jumatan cita citanya kaya gitu. Gue adalah satu satunya anak yang berbeda. dengan polos gue jawab "mau jadi power ranger" "Dede kamu serius?" guru gue tercengang temen gue juga mentertawai gue. menurut gue waktu itu cita cita menjadi power ranger itu beda sendiri di kelas. gue suka hal yang berbeda gak ngikutin temen temen gue. tapi sekarang gue sadar, itu cita cita gue yang terbloon. "kamu kenapa mau jadi power ranger?" "biar bisa mengendarai megazord bu" (megazord : robot besar yang dinaiki poweranger ketika tubuh musuh menjadi monster raksasa). Gue merasa cita cita menjad...

Mad

She's staring at me, I'm sitting wondering what she's thinking  nobody's talking, 'cause talking just turns into screaming And now as I'm yelling over her, she yelling over me, All that that means is neither of us are listening, And what's even worse, that we don't even remember why we're fighting So both of us are mad for nothing Nothing. But we won't let it go for nothing. It should be nothing To a love like what we got oh, baby I know sometimes it's gonna rain, But baby can we make up now cause I can't sleep through the pain? Girl I don't wanna go to bed mad at you And I don't want you to go to bed mad at me No I don't wanna go to bed mad at you And I don't want you to go to bed mad at me  And it gets me upset girl when you're constantly accusing asking questions like you already know  We're fighting this war, baby, when both of us are losing this ain't the way that love is supposed to go....

From Orpadnas With Love

Namaku dede, seorang pelajar Surabaya sederhana yang tampan dan damai. Aku asli kelahiran surabaya mulai mrocol dari emak sampai gede jadi seorang pemuda tampan yang mana tuhan belum menghendaki. Aku memiliki keluarga besar yang hampir setiap lebaran datang kumpul jadi satu dan merayakanya bersama. Aku tinggal bersama keluarga kecilku yang sederhana, hanya ayah, nenek dari ibuku, ibu , aku dan adik. Aku tinggal di jalan perumahan bogen indah. Dengan rumah sederhana yang kusebut istana ini, aku berlindung dari dinginya hujan, sengatan matahari, sekaligus tempatku menimba ilmu selain di sekolah. Ayah adalah hal terbesar yang menjadi inspirasiku, dia bekerja sebagai penulis naskah drama komedi di sebuah televisi swasta di jakarta, itulah sebabnya ayah seperti bang toyib. Jarang pulang. Ibu adalah orang yang paling mengerti tentang keadaan dan emosionalku di rumah, mungkin inilah kenapa aku lebih sayang ibu daripada ayah. Walau terkadang kalau aku pulang telat, larut malam, belum ijin...

R A Kartini Jaman Sekarang

Siapa yang tidak kenal R.A. Kartini, seorang pahlawan nasional Indonesia, penggagas persamaan hak wanita terhadap pria (baca: emansipasi). Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Pada surat-surat Kartini (yang kemudian dibukukan dan diberi judul Door Duisternis tot Licht yang artinya Habis Gelap Terbitlah Terang oleh Mr. J.H. Abendanon) tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti tertulis: Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Soli...